Kamis, 16 Februari 2012

pertama kali demi gengsi

kutuangkan ceritaku pertama kali di situs ini, entah sudah berapa lama aku bermain dan bermanja manja dengan internet tapi tak sekalipun pernah kutuliskan cerita apapun, ya aku akan mengawali ceritaku , ini kisah klasik namun sulit untuk di lupakan oleh seseorang.

berawal dari perkenalan saat SMA tepatnya saat aku beranjak dewasa dimana rasa cinta yang mudah timbul antara sesama cowok dan cewek kalo cowok dan cowok atau cewek dan cewek aku gak ikutan, aku tidak sengaja mengenalnya melalui konser musik kita bertegur sapa melalui jejaring sosial dan saat kulihat ternyata dia sudah mempunyai seorang yang mengikatnya istilahnya pacar, mungkin aku terlalu bodoh mencintai seseorang yang jelas jelas mempunyai pasangan hidup tapi apa dikata kalau sudah jatuh cinta padanya sebelum janur kuning melengkung semua masih bisa berubah, semenjak saat itu aku selalu menghubunginya melalui pesan singkat, ya melalui pesan singkat kita mulai dekat hari hari berlalu begitu cepat diantara kita mungkin sudah mulai timbul perasaan yang sama yaitu benih benih cinta hahaha, ya tetapi aku hanya bisa mengeluh dan mengeluh kenapa seperti ini apa karena waktu kenapa aku tidak mengenalmu tahun lalu atau 2 tahun lalu saat kamu tidak mempunyai pacar kenapa harus saat ini kita dipertemukan, yah itu hanyalah bualan belaka mana mungkin aku bisa mengenalnya tahun lalu kita saja dipertemukan tanpa sengaja.

beberapa minggu berlalu dia datang padaku dia bercerita bahwa dia sudah memutus tali percintaan nya istilahnya pegat/putus, saat dia datang padaku dan bercerita tentang semuanya, aku tidak menghiburnya malah membuatnya menangis saat itu aku sungguh merasa bersalah sangat binggung mau berkata apa, setelah kejadian itu dia diam tanpa kata seperti ingin pergi jauh dariku dan tidak ingin melihatku lagi karena perkataan yang jelas jelas menyakitinya, dia berpacaran dengan seorang pria hampir 2 tahun dan tiba tiba dia putus karena alasan tertentu itu mungkin kabar bahagia buat ku tapi tidak buat dia karena 2 tahun itu bukan waktu yang cepat, hari hari berlalu dia tetap diam padaku tidak membalas pesan singkat ku, suatu saat tanpa pandang bulu saya menemuinya demi perkataan maafku padanya padahal aku ini sebenarnya pemalu, ya setelah menemuinya aku meminta maaf padanya dan menjelaskan maksut dari perkataanku, dia menerima permintaan maafku sungguh senangnya hati ini seperti melayang dalam surga (walaupun saya belum pernah merasakan surga) semenjak saat itu kita mulai dekat kembali benar benar anugerah terindah, kita sering bertemu untuk mengobrolkan sesuatu, seiring berjalan nya waktu (cie waktu berjalan) kita semakin dekat dan semakin nyaman begitu pula dengan sahabat sahabatnya kita menjadi akrab seperti ada tali persaudaraan yang kuat, tapi kemudian cerita itu tak seindah pada awalnya setelah pertemuan terakhir di sebuah tempat makan, kita menjadi jauh karena jarang bertemu hanya bertegur sapa melalui pesan singkat aku tidak tahu kenapa semuanya menjadi seperti ini.

beberapa minggu kemudian saya mempunyai rejeki dan saya dapat membeli  hp smartphone agar saya bisa lebih mudah berkomunikasi denganya, tapi apa jadinya gara - gara pending kita jadi sering salah pengertian, puncak dari semuanya saat aku berturut - turut hanya membaca pesan dari nya dan tidak membalasnya karena saat itu aku mempunyai masalah yang benar - benar mendalam karena aku tidak ingin membuatnya ikut merasakan masalah ini, setelah masalahku selesai aku mulai menghubunginya kembali, ya ternyata dia memberi respon seperti tidak terjadi apa - apa, beberapa hari berlalu setelah kita mulai dekat kembali aku memberanikan diri untuk menyatakan cintaku kepadanya yang terpending karena sesuatu sungguh miris sekali aku hanya berani mengucapkan melalui pesan singkat, walaupun melalui pesan singkat seperti mengirim undian cinta yang disebar melalui pesan ke semua kontak tapi aku menulisnya dengan hati yang gundah dan sesekali meneteskan air mata, ya ternyata dia tidak menjawab, apakah dia mau menerimaku atau tidak selama satu hari itu dia diam tidak membalas pesan singkatku aku gundah aku tak tau arah saat itu kemudian tanpa sengaja aku bertanya dan bercerita pada sahabatnya dan ternyata dia sudah mempunyai pacar jauh hari yang lalu entah terlambat berapa bulan untuk mengatakan ini, kemudian kukirim pesan singkat padanya "kenapa kamu tidak membalas smsku kenapa kamu memilih diam aku sekarang tahu ternyata kamu sudah mempunyai pasangan hidup yang baru."  kemudian dia membalas "dulu waktu aku sms cuma di baca dan itu nggak cuma sekali mulai dari situ dan aku ngelihat twittermu deket sama cewek aku jaga jarak sama kamu mulai dari situ juga aku belajar buat ngelupain kamu."  kemudian aku melanjutkan "aku diam karena ada sebab dan masalah twitter itu aku hanya bercandaan."


 Ya ternyata benar apa yang ku fikirkan sebelumnya diamku terhadapnya menimbulkan berbagai masalah dan fikiran negatif, bila dia tahu itu hanya sekadar bercandaan terhadap teman - teman di jejaring sosial, karena peristiwa itu mungkin dia merasa cemburu seperti ditikam menggunakan pisau yang paling tajam pada bagian hatinya yang terdalam secara berlahan mungkin dia juga berfikir aku mendiamkanya bukan karena ada masalah tetapi sudah menemukan pujaan hati yang lain. namun dia tidak berfikir panjang dan tidak menanyakan bahwa sesungguhnya cintaku untuk saat ini hanya untuknya belum ada yang bisa menggantikan posisinya di hatiku. kesalah paham an yang tidak bisa terhindari mungkin hanya waktu yang bisa menjawab semua ini SEMUA INI .

semoga kamu bahagia bersama pasanganmu sekarang aku mendoakan yang terbaik buat kamu , ini pelajaran berarti buatku dan aku jadi tahu ternyata mencintai seseorang tidak harus memiliki karena rasa sayang itu muncul saat melihatmu bahagia meskipun tidak bahagia bersamaku melainkan dengan orang lain :))

Sepenggal cerita dariku yang sangat kelam,
darma utama. 

1 komentar: